Di perempatan jalan
Kulihat seorang anak kecil pengamen
Kira-kira sewindu usianya
Ia menyanyi dengan suara khas
Sebuah gitar kecil dimainkannya
Gitar itu sahabatnya
Yang menemani ke mana saja anak itu pergi
Siang ini terik sang surya begitu mencakar kulit
Bocah pengamen tetap bersenandung riang
Tak peduli peluh mengucur deras
Bocah itu pantang menyerah
Tak kenal mengeluh
Demi sesuap nasi dan seteguk air
Demi cita-cita mulia yang ingin digapainya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar